Inra saragih’s Learn’s

Planning, Scheduling, and Project Operation with Bar Chart and S-Curve (Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek dengan Bar Chart dan S-Curve)

Posted on: September 12, 2008

Pada kesempatan kali ini saya mencoba membuat tulisan tentang Manajemen Proyek. Proyek yang dimaksud adalah proyek konstruksi. Saya pribadi sangat percaya bahwa keberhasilan proyek konstruksi (mencapai tujuan akhir dengan menyelaraskan antara 3 tujuan utama proyek, yaitu : biaya yang optimal, mutu yang bagus dan waktu yang tepat) sangat dipengaruhi oleh kejelian perencana proyek (project planner) dalam menjadwal pelaksanaan suatu proyek kontruksi.

Bisnis konstruksi adalah sebuah bisnis yang memiliki batasan-batasan, proyek konstruksi pun diikuti oleh batasan-batasan tersebut. Batasan yang ada pada bisnis dan proyek kosntruksi diantaranya adalah :

– Adanya batasan waktu pelaksanaan
– Adanya batasan pemakaian jumlah tenaga kerja
– Adanya batasan pemakaian jumlah material
– Adanya batasan nilai dari sebuah proyek
– dsb.

Berbeda dengan bisnis lainnya, seperti industri, manufacture, assembling, garment, dsb. Pada industri-industri tersebut tidak ada batasan waktu pelaksanaan, karena proses produksi (secara normal) berlangsung sepanjang tahun dan terus menerus. Tidak ada batasan pemakaian tenaga kerja, karena kebutuhan tenaga kerja bisa bertambah seiring dengan pertambahan barang atau produk yang akan dihasilkan. Tidak ada batasan pemakaian material, karena kebutuhan akan material bisa meningkat atau ditambah Kuantitasnya seiring dengan kebutuhan pasar akan produk industri tersebut yang makin meningkat. Juga tidak ada batasan nilai proyek, karena nilai sebuah proyek bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan banyaknya produk atau barang yang ingin dihasilkan, misalnya pesawat telepon, pakaian, mie instant, kendaraan bermotor, barang dalam kemasan, dsb.

Coba bandingkan dengan bisnis konstruksi, sebuah perusahaan konstruksi (kontraktor) tidak bisa menambah waktu pelaksanaan proyek, karena proyek punya batasan waktu kapan sebuah proyek harus selesai. Kontraktor juga tidak bisa menambah penggunaan tenaga kerja, karena jumlah tenaga kerja telah disesuaikan dengan besarnya volume tiap item-item pekerjaan dalam sebuah proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah jumlah material, karena jumlah material juga ditentukan dari volume pekerjaan dalam sebuh proyek. Kontraktor juga tidak bisa menambah nilai dari sebuh proyek, karena nilai proyek ditentukan oleh pemilik (owner) proyek, bisa pemerintah atau mungkin juga pihak swasta.

Dari berbagai keterbatasan itu, maka proyek konstruksi membutuhkan perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek. Tujuannya adalah menyelaraskan antara biaya proyek yang optimal (saya tidak menyebut MURAH yah..), mutu pekerjaan yang baik/berkualitas, dan waktu pelaksanaan yang tepat. Karena ketiganya adalah 3 elemen yang saling mempengaruhi.

Ilustrasi dari 3 circles diagram diatas adalah :
Jika biaya proyek berkurang (atau dikurangi) sementara waktu pelaksanaan direncanakan tetap, maka secara otomatis anggaran belanja material akan dikurangi dan mutu pekerjaan akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!

Jika waktu pelaksanaan mundur/ terlambat, sementara tidak ada rencana penambahan anggaran, maka mutu pekerjaan juga akan berkurang –> Secara umum proyek Rugi!

Jika mutu ingin dijaga, sementara waktu pelaksanaan mundur/terlambat, maka akan terjadi peningkatan anggaran belanja –> Secara umum proyek juga Rugi!

Inti dari 3 komponen proyek konstruksi tersebut adalah bagaimana menjadwal dan mengendalikan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan, selesai teapat pada waktunya, sehingga tidak terjadi pengurangan mutu pekerjaan atau penambahan anggaran belanja.

Berikut adalah contoh perencanaan, penjadwalan dan pengendalian pelaksanaan proyek dengan bar chart dan s-curve, proses penjadwalan ini saya pilih berdasarkan volume pekerjaan (Realitanya penentuan s-curve bisa berdasarkan volume pekerjaan, bisa juga berdasarkan nilai/harga tiap item pekerjaan).

Gambar diatas adalah layout pondasi dari sebuah rumah ukuran Panjang: 10 m dan Lebar: 7 m, dengan luas bangunan (A) : 70 m^2

PERHITUNGAN VOLUME

Pekerjaan Persiapan;
Galian tanah dasar tebal 10 cm –> Volume Pekerjaan = 70 m^2 x 0,1 m = 7 m^3

Pekerjaan Pas. Pondasi Batu Kali:
Luas Pondasi = ((0,3 x 1) + (1/2 x 0,3 x 1) x 2 ) = 0,3 + 0,3
Luas Pondasi = 0,6 m^2
Keliling Pondasi = 58,5 m –> Volume Pondasi = 0,6 m2 x 58,5 m = 35,1 m^3

Pekerjaan Sloof: –> Diambil, Dimensi sloof : 15 cm x 15 cm
Arah Memanjang:
– 0,15 x 0,15 x 10 x 2 = 0,450 m^3
– 0,15 x 0,15 x 6 = 0,1350 m^3
– 0,15 x 0,15 x 2 = 0,0450 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3 = 0,0675 m^3

Arah Melintang:
– 0,15 x 0,15 x 7 x 2 = 0,315 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3 x 3 = 0,135 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3,5 = 0,07875 m^3
– 0,15 x 0,15 x 2 = 0,045 m^3

Total Volume Sloof = 1,3275 m^3

Pekerjaan Kolom:
Dimensi Kolom diasumsikan : 15 cm x 15 cm
Volume Kolom = Panjang x Lebar x Tinggi = 0,15 m x 0,15 m x 3,5 m = 0,07875 m^3
Jumlah kolom (n) pada gambar adalah 16 buah,

Total Volume Kolom = 0,7875 m^3 x 16 buah = 1,26 m^3

Pekerjaan Balok: –> Diambil, Dimensi Balok : 15 cm x 15 cm
Arah Memanjang:
– 0,15 x 0,15 x 10 x 2 = 0,450 m^3
– 0,15 x 0,15 x 6 = 0,1350 m^3
– 0,15 x 0,15 x 2 = 0,0450 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3 = 0,0675 m^3

Arah Melintang:
– 0,15 x 0,15 x 7 x 2 = 0,315 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3 x 3 = 0,135 m^3
– 0,15 x 0,15 x 3,5 = 0,07875 m^3
– 0,15 x 0,15 x 2 = 0,045 m^3

Total Volume Balok = 1,3275 m^3

Pekerjaan Dinding Bata:
Panjang Keliling : 58,5 m
Tinggi : 3,5 m
Tebal : 0,15 m
Volume Dinding = 58,5 m x 3,5 m x 0,15 m = 30,7125 m^3

Pekerjaan Lantai:
Luas : 7 x 10 = 70 m^2
Tebal : 0,1 m
Volume Lantai = 70 m2 x 0,1 m = 10,5 m^3

Pekerjaan Pelat Atap:
Volume Pelat Atap = panjang x lebar x tebal
Volume Pelat Atap = 10 m x 7 m x 0,15 m = 10,95 m^3

Volume Total Pekerjaan = ( 7 + 1,26 + 1,3275 + 35,1 + 30,7125 + 10,5 + 10,95 ) m^3
Volume Total Pekerjaan = 98,18 m^3

Selanjutnya Volume Tiap-tiap pekerjaan, Volume Total, dan durasi masing-masing pekerjaan direkap dalam sebuah sheet seperti berikut ini:

Setiap pekerjaan memiliki durasi pelaksanaan. Contohnya pekerjaan persiapan memiliki durasi 2 minggu. Bobot pekerjaan (prestasi) dari pekerjaan persiapan setiap minggu adalah sebesar = 7 m^3 /2 minggu = 3,52 m^3/minggu. Dengan cara yang sama, maka seluruh prestasi setiap item pekerjaan telah diketahui.

Prestasi setiap item pekerjaan selanjutnya dijumlahkan untuk mendapatkan progress (prestasi) komulatif. Prestasi/progress komulatif harus berjumlah 100 % tepat pada saat proyek tersebut selesai dilaksanakan. Berikut adalah gambar S-Curve dari hasil perhitungan item pekerjaan diatas:

Jika sheet digabungkan maka gambar akan akan terlihat seperti berikut ini:

Hasil dari s-curve tersebut nantinya akan dijadikan sebagai panduan untuk mengendalikan pelaksanaan proyek. Dari s-curve tersebut sudah dihitung volume pekerjaan setiap minggu, ikuti angka-angka tersebut, sambil berharap tidak ada hal luar biasa seperti hujan yg berkepanjangan yg akan menunda pelaksanaan pekerjaan. Secara normal, jika s-curve tersebut diikuti maka kemungkinan proyek tersebut terlambat dan mengalami kerugian dapat dikurangi (kalau bisa tidak ada sama sekali).

Demikian artikel tentang perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek kali ini, pada artikel tentang perencanaan yang berikutnya, saya akan mencoba untuk memperlihatkan pada anda bagaimana menggabungkan antara volume pekerjaan pada s-curve dengan metode pengendalian material yang biasa dipergunakan pada bidang industri dan manufacture seperti metode Material Requirement Planning (MRP) dan metode Economic Order Quantity (EOQ). Dari hasil penggabungan tersebut nantinya akan diketahui kebutuhan material perhari selama proyek berlangsung, inventory status, sistem pemesanan, safety stock material, dsb. Dan berdasarkan hasil penggunaan metode tsb di 2 buah proyek gedung ( 5 lantai dan 8 lantai), metode tersebut mampu menjamin ketersediaan material selama proyek berlangsung sehingga proyek bisa selesai tepat waktu.. Sementara jika proyek tersebut hanya menggunakan metode penjadwalan biasa seperti s-curve, pelaksanaanya terlambat diakibatkan persediaan material mingguan yang tidak terjadwal.

Catatan Kecil :

**Presentase tiap item pekerjaan didapatkan dari persamaan : (Volume item pekerjaan A dibagi Volume pekerjaan total) x 100%. Untuk menyusun kurva S, termasuk menghitung presentasenya bisa dipilih berdasarkan volume pekerjaan atau harga satuan tiap item pekerjaan..
Kalau durasi pekerjaan itu tergantung dari “insting” perencana. Terserah saja durasi ditentukan berapa lama. Makanya saya katakan, tidak ada yang benar atau salah dalam perencananaan, penjadwalan dan pengendalian proyek konstruksi..yang ada adalah tepat/ideal atau nggak. Untuk mengecek penjadwalannya ideal atau nggak, nanti terlihat dari gambar kurva S nya..kalau garis kurvanya membentuk huruf “S” berarti penjadwalannya ideal.. tapi kalau fluktuatif, atau bentuk garis kurva nya gak berarturan berarti penjadwalan nya kurang ideal. Dari gambar kurva juga bisa ditentukan apakah semua resources (pekerja dan material) telah dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal atau belum.. Garis kurva yang mendatar menandakan ada resource yang tidak dimanfaatkan, misalnya tenaga kerja menganggur.. Jika garis kurvanya turun berarti jumlah resource (tenaga kerja atau material) jumlahnya lebih besar daripada volume pekerjaan.. akibatnya terpaksa harus dilakukan pemecatan (walaupun sebenarnya ini harus dihindari, dan sebaiknya direncanakan sejak awal agar perencanaan proyek tersebut berjalan secara ideal)..Dalam tingkat yang lebih lanjut, kurva S dipergunakan untuk menentukan kebutuhan material perhari.. atau pemakaian tenaga kerja perhari, inventory status, safety stock, dsb.

**acuan penentuah hari/lama pekerjaan pastinya yah “insting” perencana itu sebenarnya..Hahahaha. Makanya saya katakan, penjadwalan dan pengendalian proyek konstruksi itu gak bicara benar atau salah..tapi ideal atau nggak. Maksudnya ideal itu penjadwalan yang dibuat seharusnya bisa mengakomodasi 3 tujuan utama proyek konstruksi yaitu waktu yang tepat, biaya yg optimal (bukan murah loh yah), dan mutu yang baik.. Kembali lagi ke soal menentukan durasi, silahkan anda coba2 untuk menetukan durasi tiap2 pekerjaan.. trus gambarkan curva nya.. kalau kurvanya membentuk huruf “S” umumnya penjadwalan yg dibuat ideal.. tapi kalau fluktuatif yah ulangi dari awal.. trial and error gitu deh. That was the project planner does.. Make great planning also great scheduling )

**ar chart digunakan untuk menetukan durasi s/d progress pekerjaan. Sementara dalam proses pengembangannya, metode penjadwalan yg lebih advance seperti MRP atau EOQ bisa digunakan untuk mengendalikan material dan tenaga kerja setiap minggu. Tapi metode MRP atau EOQ jika diterapkan dalam proyek konstruksi juga tetap membutuhkan Bar Chart sebagai step awal untuk menentukan durasi atau prosentase. Intinya, komponen penjadwalan tersebut saling melengkapi gitu deh.

** Contoh Workbreak down pada perencanaan yang lumayan kompleks

1. Pekerjaan Struktur

1.1. Kolom
1.1.1. Tulangan Utama/Tulangan Lentur
1.1.2. Tulangan Sengkang/Tulangan Geser
1.1.3. Beton u/ Kolom
1.1.4. Begisting
1.1.5 dsb

1.2. Balok
1.2.1. Tulangan Utama/Tulangan Lentur
1.2.2. Tulangan Sengkang/Tulangan Geser
1.2.3. Beton u/ Balok
1.2.4. Begisting
1.2.5 dsb

1.3. Pelat
1.3.1. Tulangan Tumpuan
1.3.2. Tulangan Lapangan
1.3.3. Tulangan Susut
1.3.4. Beton u/ Plat
1.3.5. Begisting
1.3.6 dsb

2. Pekerjaan Nonstruktur

2.1. Pekerjaan Dinding
2.1.1. Pasangan Bata
2.1.2. Plesteran
2.1.3. Acian
2.1.4. dsb

2.1. Pekerjaan Dinding
2.1.1. Pasangan Bata
2.1.2. Plesteran
2.1.3. Acian
2.1.4. dsb

2.1. Pekerjaan Lantai
2.1.1. Urugan Pasir dibawah lantai
2.1.2. Trasram
2.1.3. Pasangan Keramik
2.1.4. dsb

…dst

**

8 Tanggapan to "Planning, Scheduling, and Project Operation with Bar Chart and S-Curve (Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Proyek dengan Bar Chart dan S-Curve)"

Artikel yang sangat bagus.
Sekedar masukan, bila akan menggunakan kontrak FIDIC dan berhadapan dengan kontraktor asing yang berpengalaman internasional, sejak sebelum sign kontrak, hal2 tersebut di atas berkaitan dengan schedule harus sudah kita kuasai.
Bila tidak siap2 saja menanggung klaim dari kontraktor yang jumlahnya sangat besar.

@ThomasPm
Trimakasih untuk kunjungannya Pak, wah info yang sangat baik tentang kontrak FIDIC

tulisan yang sangat bagus. Tulsa ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliah saya…..tengkiyu mas…terus berkarya engan tlisan-tulisannya…..pasti akan banyak melahirkan bibit unggul negara….hehehe

ehm……,tulisan yang sangat biasa, seperti yang sering ditulis dalam buku-buku. Hehehe…….3x. Secara keseluruhan tulisan ini sangat membantu dan berguna untuk dipelajari. Saran untuk selanjutnya, kalau bisa tolong dunk mas bikin studi kasus yang membangun kecerdasan dalam menangani proyek2, karena gak selamanya hitung2 diatas kertas berlaku.heheh…….

Makasih pak,… ditunggu artikel artikel yang lain

terima kasi atas adanya fasilitas ini kami banyak berharap untuk lebih banyak membantu kami yang kurang paham dan belum jelas …dan terus berkarya

PENCERAHAN BUAT SAYA YG BARU TERJUN KE PROYEK….
KALAU ADA SEMACAM CONTOH DALAM EXCEL MUNGKIN DI-UPLOAD

TERIMA KASIH

waduh buat tugas perencanaan n penjedwalan ya mantab cing!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Suksess

Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas ! Jatuh, berdiri lagi ! Kalah, bangun lagi ! Gagal, bangkit lagi ! Pastikan SUKSES dalam Genggaman Anda..... Motivation By: Andre Wongso!

Chat with me



Click to view my Personality Profile page

Blogbox
Penilaian Rata-rata:

RSS Indonesia Today

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Discovery News Top

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Join with Us


Click here to join civilian02



I Support IGOS Summit 2

Riau University hosted by inra_sipil02.

Gabung Sekarang


Chat about Our University & Your Activity.



MyBlog My Indo


Add to Technorati Favorites
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Indonesia To Blog -Top Site





Powered by  MyPagerank.Net



Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net



Counter Powered by  RedCounter

My Visitors

Blog Stats

  • 49,543 Klik
%d blogger menyukai ini: